Fast & Feel Love (2022): Yaya Handles Everything Once Again

Urassaya Sperbund alias Yaya balik jadi perempuan super yang melakukan segalanya! Setelah berperan sebagai Jane, a bossy sister, yang menuntaskan semua pekerjaan rumah karena abangnya sama sekali tidak bisa diandalkan di Brother of The Year, kali ini Yaya berlakon sebagai Jay, a perfect girlfriend, yang menangani segala urusan demi mendukung pacarnya yang riweuh perkara kecepatan... Continue Reading →

Membandingkan Persuasion Versi 2022 dan 1995

Ini dia film anyar Netflix yang lagi ramai dihujat diperbincangkan penonton dan kritikus film. Karena saya belum baca material aslinya alias novel karangan Jane Austen, maka saya memutuskan untuk membandingkan film rilisan 15 Juli 2022 ini dengan film adaptasi lainnya yang diproduksi BBC tahun 1995. Here we go! Persuasion, dalam banyak sumber yang saya baca;... Continue Reading →

Perbandingan Film FORREST GUMP (1994) dan Novelnya

Sebelum filmnya pamit dari Netflix 30 Juni 2022 mendatang, saya mesti kudu wajib nonton Forrest Gump (1994). Hamdalah, saya beres nonton filmnya semalam. Padahal yaa, film ini sudah masuk daftar tontonan saya sejak kapan tau. Hehehe. Dan, berhubung saya juga sudah baca novelnya bertahun-tahun lalu, postingan kali ini bakal lebih memuat perbandingan dari dua medium... Continue Reading →

Dreamy Eyes (2019): Perkenalan Awal Sinema Vietnam

Saya pernah berkata dan akan mengatakannya lagi: saya punya semacam obsesi untuk nonton sinema dari berbagai negara. Saya terobsesi untuk melihat cara hidup manusia di belahan dunia lain, setidaknya melalui layar lebar. Kali ini saya mau menulis ulasan film drama dari negara di bagian tenggara Asia seperti Indonesia, yaitu Vietnam. Film Dreamy Eyes disutradarai oleh... Continue Reading →

Gangubai Kathiawadi (2022): A Story of The Girlboss

Nama Sanjay Leela Bhansali cukup familiar di telinga saya. Tapi, begitu meninjau filmografi sang sutradara, ternyata baru satu film beliau yang sudah saya tonton. Judul filmnya Black, dibintangi oleh Amitabh Bachchan dan Rani Mukherjee. Saya nonton filmnya sudah lama sekali dulu di TV, tapi saya masih ingat kesan tentang filmnya yang luar biasa bagus dengan... Continue Reading →

Baca Buku dan Nonton Film Teen Romcom: LET IT SNOW (2019)

Bagaimana cara mengungkapkan kerisauan tentang isu-isu representatif yang seakan dipaksakan muncul tanpa terkesan menentang? Belum-belum nanti bakal langsung dicap homophobic atau semacamnya. Just say you homophobic and go! Loh??? Tapi mari kita coba menuangkan opini tentang film satu ini dan berharap pembaca mendapat poin yang saya maksud. Jadi, belum lama ini saya namatin buku Let... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai