Alternatif judul dari postingan kali ini adalah Nonton 2 Film Romcom Mantan Idol SM Entertainment. Wkwkwk. Selain serupa dalam hal genre, dua film yang mau saya bahas kali ini memang memiliki kesamaan lain yaitu dibintangi dua idol jebolan SME, Seohyun SNSD dan Krystal Jung f(x). Jadi, gimana hasil akhir film-film ex-idol ini?

Love and Leashes (2022) dimulai dari seorang pegawai kantoran baru yang tampak begitu sempurna dari luar; ganteng dan andal dalam bekerja, Jung Ji Hoo (Lee Jun Young). Namun sisi lain Ji Hoo terungkap tanpa sengaja oleh rekan kerjanya yang namanya hampir-hampir mirip, Jung Ji Woo (Seohyun). Lantaran nama mereka mirip-mirip, Ji Woo kebagian menerima paket yang seharusnya diterima oleh Ji Hoo. Paket berisi kalung anjing tersebut lantas mengungkap fakta bahwa Ji Hoo memiliki hasrat BDSM (Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism). Untuk kasus Ji Hoo, ia mendapat kepuasaan dengan menjadi orang yang ‘disiksa’ alias Submission.
Hari berganti hari, Ji Hoo terus bertanya-tanya mengapa Ji Woo tidak menyebarkan rumor kelainannya tersebut ke seluruh kantor. Pada akhirnya ia menarik kesimpulan bahwa Ji Woo juga memiliki hasrat BDSM seperti dirinya. Secara untung-untungan Ji Hoo meminta Ji Woo untuk menjadi tuannya alias Dominance. Tergugah untuk mencoba hal baru, Ji Woo pun menyanggupi permain Sub-Dom ini dengan selembar kontrak tertulis. Namun, ketika keduanya sama-sama menaruh hati, bisakah permainan Sub-Dom ini tetap sebatas ajang menyalurkan hasrat?

Sweet & Sour (2021) bercerita tentang asam manis hubungan sejoli yang sama-sama sibuk bekerja di kota Incheon, Da Eun (Chae Soo Bin) dan Hyuk (Jang Ki Yong). Da Eun adalah seorang perawat yang bekerja dalam 3 shift, sementara Hyuk adalah seorang insinyur yang baru saja dikirim ke perusahaan besar di Seoul dengan iming-iming diangkat sebagai pegawai tetap. Karena kepindahan ini Hyuk berinisiatif membeli mobil supaya ia bisa pulang pergi dari Incheon ke Seoul, yang artinya dapat mempertahankan hubungannya dengan Da Eun pula.
Di kantor barunya, Hyuk mulai dekat dengan seorang pegawai lain bernama Bo Yeong (Krystal Jung). Awalnya Bo Yeong dan Hyuk adalah kompetitor yang sama-sama dijanjikan status pegawai tetap. Bo Yeong bahkan terang-terangan bersikap kompetitif dan tidak segan melakukan apapun demi mendapat kredit di mata bosnya. Namun ketika Hyuk memaparkan kelemahan proyek bikinan Bo Yeong, atasan keduanya pun memutuskan untuk menyatukan Hyuk dan Bo Yeong dalam satu tim agar dapat saling melengkapi.
Jarak tempuh kantor-rumah yang makan waktu dan target proyek membuat Hyuk sering pulang dalam tubuh kelelahan. Di lain pihak Da Eun juga tak kalah lelah dengan pekerjaannya di rumah sakit. Keduanya pun jadi mudah marah dan bertengkar karena hal-hal kecil seperti lupa mengganti bola lampu dan membuang sampah. Ketika kemudian Da Eun mengabarkan kehamilannya dan proyek Hyuk di Seoul rampung, bisakah hubungannya dengan Hyuk kembali rekat seperti sedia kala?

Ah, ternyata Love and Leashes yang rilis di Netflix tanggal 11 Februari 2022 ini tidak hanya memasang satu idol sebagai pemerannya, tapi sekaligus dua! Lee Jun Young pun dulunya member boy group U-Kiss dan sempat debut juga di UNB, boy group bentukan ajang survival idol, The Unit. Tapi jelas, dalam hal karir per-idol-an, Jun kalah jauh kalau dibandingkan dengan Seohyun. Konon belum sahih status kpopers seseorang jika tidak mengenal SNSD alias Girls’ Generation.
Itu soal dunia tarik suara, lalu bagaimana kalau soal akting? Love and Leashes adalah kali kedua penampilan akting Seohyun dan Jun yang saya tonton. Saya pertama kali lihat Seohyun berakting dalam drama Time, sementara Jun lihat sekelebat dalam Goodbye to Goodbye untuk keperluan freelance tiga tahunan yang lalu. Dan masih sama sih kayak dulu, penampilan Seohyun is just okay for me. Nggak ada gereget yang gimana-gimana. Sementara Jun cukup terlihat effort untuk tidak membuat karakternya terlalu aneh untuk diterima. Di sini ada adegan dia menggonggong layaknya anjing loh!
Tapi di film original Netflix ini saya lebih tertarik ngomongin alur ceritanya secara keseluruhan. Jujur, usai nonton saya langsung cek genre film Love and Leashes. Takutnya saya salah mengira atau gimana, tapi ternyata bener dong genrenya romcom. Makin heranlah saya karena filmnya nggak bikin saya ketawa, atau bahkan nyengir, padahal harusnya ada unsur komedinya, kan? Tapi okelah, barangkali saya yang kelewat kaku dan makin susah dibikin ketawa. Beberapa penonton bisa jadi ketawa-ketiwi sewaktu Jun menggonggong. Tapi, harus dikatakan, filmnya sangat nanggung.

Sayang banget, padahal posternya udah catchy dan lucu-lucu. Mengangkat tema BDSM pula, tapi kok sampe segitu doang pergumulan keduanya? Permainan Sub-Dom kedua pemerannya kayak baru di tahap awal banget. Penonton sudah dibikin deg-degan tapi… weilah, begitu doang. Wkwkwk. Ngangkat tema BDSM tapi kok sopan banget?? Hemmm…

Seandainya Sweet & Sour nggak ada plot twist di ujung durasi, saya bakal tetap suka film ini. Kisahnya keseharian banget, jadi pasti banyak yang merasa relate. Tapi memang, belokan alur tersebut bikin kita sebagai penonton bingung menentukan siapa yang salah. Siapa yang paling bertanggungjawab dari bubarnya hubungan Da Eun-Hyuk? Duh, padahal hubungan mereka dulunya manis banget, kenapa mendadak asem pahit begini?? Tapi, dua-duanya brengsek juga. Pas lagi bermasalah sama pasangan masing-masing malah cari pelampiasan dan manfaatin orang lain. Duh duh.
Soal akting nggak ada masalah. Yang kerjaannya akting pasti bisa diandalkan. Tapi Krystal yang awalnya idol juga oke-oke aja kok. Tampangnya memang pas buat peran-peran jutek. Kelakuan anehnya sewaktu mesti lembur dan nginep di kantor itu menghibur banget. Bisa-bisanya pas lagi makan, rambutnya ikut masuk ke mulut. Kalau yang satu ini nggak salah lah kalau dilabeli genre romcom. Wkwkwk.
Sampai di sini sudah ketahuan, Sweet & Sour lebih saya rekomendasikan ketimbang Love and Leashes. Filmnya bikin kita ‘lah kok? lah kok?’ dalam arti positif. Wkwkwk. Selamat menonton!
Tinggalkan komentar