NO MORE BETS (2023): Bang Rhoma was Right…

Nonton No More Bets (2023) di tengah maraknya kasus kriminal berlatar belakang judi online di dalam negeri memanglah sangat pas. Sudah begitu ada Zhang Yixing alias Lay EXO pula yang jadi pemeran utamanya. Tanggal merah di akhir September kemarin, saya pun gaass nonton film ini di Cinepolis Senayan Park. Sekadar informasi, film ini cuma tayang di bioskop Cinepolis dan CGV. Itu pun konon cuma dapat layar sekitar semingguan. Tanya kenapaa…

Film yang disutradarai Shen Ao ini bercerita tentang penipuan siber yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Pan Sheng (Yixing), seorang programer, dan Liang Anna (Gina Jin), seorang model, awalnya tergiur pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri. Namun keduanya malah terjerumus ke dalam sebuah organisasi penipuan yang mencakup judi, pinjaman online, mata uang digital, pencurian data pribadi sampai perdagangan manusia, di bawah gembong Lu (Eric Wang) dan asistennya, An Juncai (Sunny Sun).

Dalam sebuah gedung di antah berantah Myanmar, Pan dan Anna dipekerjakan dengan tidak manusiawi bersama ratusan orang lainnya. Mereka dijaga ketat, baik pada saat bekerja, maupun saat beristirahat. Demi mendapat kebebasannya kembali, Pan melakukan perjanjian dengan Anna agar gadis itu bisa segera mencapai target lalu dipulangkan.

Target Pan dan Anna adalah Tianzhi (Darren Wang), seorang mahasiswa cerdas yang baru saja diwisuda. Tianzhi awalnya hanya coba-coba bermain judi online yang iklannya tiba-tiba muncul di ponselnya. Satu-dua kali menang, Tianzhi akhirnya sampai pada titik kecanduan. Demi mendapat uang taruhan, ia sampai menjual barang-barang, berhutang ke sana-kemari, dan mencuri.

Perubahan sikap Tianzhi setelah kecanduan judi online sangat dirasakan oleh Song Yu (Zhou Ye), pacarnya. Puncaknya adalah saat Tianzhi nekat menggadai surat rumahnya demi meminjam uang jutaan dolar, dan berakhir mengenaskan. Sementara di nun jauh di sana, dengan hati miris, Pan dan Anna ikut merayakan “tangkapan besar” organisasi mereka.

Kasus Tianzhi turut pula menjadi referensi penyelidikan kepolisian yang dipimpin oleh Zhao Dongran (Yong Mei). Namun tidak semudah itu membekuk organisasi kotor yang terang-terangan dibekingi kepolisian setempat.

“Slot”, “gacor”, “depo”, “rungkad” bisa jadi adalah kata-kata yang akrab di telinga kita akhir-akhir ini. Banyak testimoni di media sosial bahwa sembari mereka naik kereta atau ngopi starling, terlihat orang-orang di sekitar mereka sibuk bermain judi online. Singkat cerita, judi online sudah menjamur di Indonesia. Konon perputaran uang judi online para penjudi Indonesia sudah tembus sampai 200 triliun. Gawatnya, uang sebanyak itu larinya ke luar negeri. Tanya kenapa judi online masih eksis betapapun dampaknya sudah sedemikian destruktif. Psstt, 2024, pssstt

Sangat mudah menemukan berita tentang kasus bunuh diri atau bunuh keluarga dengan motif terlilit utang pinjol akibat kecanduan judi online di negara ini. Bang Rhoma was right, yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah. Makanya menyaksikan polah Tianzhi tuh kayak gampang banget membayangkannya terjadi di dunia nyata; orang jadi gelap mata ke orang-orang terdekat demi bisa depo ke bandar.

Dan di luar kisahnya yang nyata banget, secara penceritaan pun No More Bets seru banget. Tegang. Intens. Adegan sadisnya pun ngeri, saya sampe berkali-kali nutup mata gara-gara nggak kuat. Plusnya lagi, saya nonton bareng temen yang keliatannya punya concern juga dengan kasus-kasus kriminal berlatar judol. Jadi nyambung aja gitu chit-chat kita selama di dalam studio bioskop.

Sayang banget film ini cuma tayang sebentar di Indonesia, padahal sukses besar di mana-mana. Tajuk filmnya pun menarik: “bertambah satu penonton, berkurang satu korban”. Pesan moralnya jelas: hati-hati dengan penipuan siber, mereka kedoknya ngajak fun dan nolongin kalau lagi butuh duit cepet, tapi ujung-ujungnya buntung juga. Trus saya bingung euy, kok Kang review film di Youtuber langganan saya nggak ada bahas film ini ya?

Kalau harus menyebutkan satu hal yang saya kurang dari film ini barangkali ada di sentimen positif perihal kepolisian Tiongkok yang diposisikan jadi pahlawan banget. But yahhh, namanya juga film mereka yaa, sah-sah aja nggak sih membanggakan negara sendiri? Wkwkwk. Pokoknya filmnya keren, semoga segera masuk Netflix biar bisa nonton ulang yeiii!

Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai