Menariknya nonton animasi adalah betapapun banyak adegan yang absurd, namun tema ceritanya sendiri sangat relatable untuk kebanyakan orang. Film animasi terbaru Walt Disney Animation Studios yang rilis 3 November 2021 lalu, Encanto, mengusung tema keluarga yang bisa jadi merupakan gambaran banyak keluarga di dunia.
Saya cek di Wikipedia, Encanto disutradarai oleh Jared Bush yang juga menulis skrip Moana (2016)—salah satu animasi favorit saya. Setelah tayang di bioskop dan mencatat rekor sebagai film animasi berpendapatan kedua terbaik tahun 2021, Encanto mencetak sukses yang lebih luas setelah tayang di Disney+ Desember 2021 lalu. Berita terakhir yang saya sempat lihat, salah satu lagu di film musikal ini yang berjudul We Don’t Talk About Bruno meraih posisi puncak di tangga lagu Inggris dan Amerika.
Sekarang, mari kita bicarakan cerita Encanto. Film berpusat pada sosok Mirabel Madrigal, cucu perempuan di keluarga besar Madrigal yang tinggal di sebuah kota yang dikelilingi gunung bernama Encanto. Mirabel adalah sebuah anomali. Di antara seluruh anggota keluarga yang memiliki bakat khusus alias gift, Mirabel satu-satunya yang tidak kebagian karunia apapun. Sejak saat upacara bakatnya berakhir mengecewakan, Mirabel sudah diperlakukan berbeda, terutama oleh Abuela Alma, neneknya. Bagaimanapun, gift tiap keturunan Madrigal inilah yang membuat Casita, rumah besar keluarga, tetap kokoh berdiri dan ‘bernyawa’.
Suatu hari, Mirabel melihat tanda-tanda meredupnya keajaiban keluarga Madrigal. Anehnya, Abuela sendiri menyadari hal itu namun memutuskan untuk mengabaikan. Hal tersebut lantas menuntun Mirabel ke cerita-cerita di balik kepergian pamannya, Bruno Madrigal, yang tidak pernah boleh dibahas.

Tidakkah silsilah dan cerita keluarga Madrigal terasa dekat? Seorang nenek yang memimpin keluarga, dua bersaudari kebanggaan keluarga, dan seorang paman terbuang yang kisah hidupnya selalu ditutup-tutupi seolah eksistensinya saja sudah merupakan sebuah aib. Lalu di keluarga inti ada si anak sempurna, si anak tangguh andalan keluarga, dan… seorang anak terkucil yang merindu menjadi seseorang yang juga bisa dibanggakan.
Jadi, kamu siapa di keluarga Madrigal?

Bisa jadi kamu adalah Mirabel, si anak tanpa bakat yang terus-terusan memberi effort agar tidak tertinggal dan tetap merasa bahwa ia adalah bagian dari sebuah keluarga hebat. Namun nyatanya yang hidup memakai topeng “aku baik-baik saja” bukan cuma Mirabel, tapi juga kedua kakak perempuannya, Isabela dan Luisa.
Mirabel boleh saja iri dengan Miss Perfect alias Isabela yang rambutnya selalu indah berkilau bahkan ketika bangun tidur, dan bisa memekarkan bunga-bunga dengan sempurna. Atau kagum sekaligus minder dengan Luisa yang kuat dan selalu dapat diandalkan. Nyatanya, baik Isabela dan Luisa tertekan dengan harapan—tuntutan—untuk selalu tampil maksimal dengan karunia masing-masing. Kata Luisa, jika karunianya tidak ada, jangan-jangan ia sebenarnya tidak berguna. Karena itu Luisa takut setengah mati ketika piano ‘saja’ tidak bisa ia angkat. Huft.
Karunia yang bisa juga bermakna kutukan barangkali paling dirasakan oleh Pepa, bibi Mirabel. Karunia Pepa adalah emosinya dapat mempengaruhi cuaca. Untuk itu Pepa setengah mati menjaga mood-nya selalu baik agar langit tetap biru dan pelangi melingkar dengan indahnya. Bayangin! Bayangin jadi manusia yang nggak boleh merasakan mood selain riang gembira! Betapa melelahkannya…
Lalu Bruno… ah, orang-orang hanya tidak siap menerima kabar buruk yang disampaikan Bruno. Bruno hanya ‘melihat’—menggunakan karunianya—namun orang-orang berpikir peristiwa buruk terjadi karena Bruno. Saat Bruno melihat Casita akan runtuh, Abuela yang hanya menginginkan kesempurnaan menolak fakta. Abuela adalah sosok familiar yang mengabaikan retak-retak di dalam hati anggota keluarga demi terlihat baik-baik saja di mata orang lain. Adakah sosok seperti Abuela di keluargamu?
Film lekat kebudayaan seperti Encanto rasanya selalu menarik bagi penonton US, ya? Sebelumnya ada Coco (2017) yang memotret keluarga pinggiran Meksiko yang sukses membuat saya trauma. Saya cuma sanggup nonton satu kali karena sesedih itu filmnya. Akutu nggak bisa kalau tema-tema keluarga begini guys. Untungnya Encanto nggak sesedih itu. Dan sayangnya juga tak semenyenangkan Moana. Jalinan ceritanya kurang mulus. Perasaan khawatir di diri Isabela dan Luisa kerasa cepet banget gitu; terungkap dalam satu lagu. Bagian Isabela bahkan lebih mepet lagi; pengakuan dan kesadaran bahwa tidak apa untuk tidak jadi sempurna selesai dalam satu lagu. Kerasa buru-buru aja gitu.
Tapi, Encanto tetap layak disaksikan kok. Animasinya semakin keren, warna-warni di layar juga memanjakan mata. Filmnya sudah nangkring di Disney+Hotstar. Yuk, nonton!
Tinggalkan komentar