Sebagaimana kita tahu, akting adalah salah satu keterampilan yang umumnya dibekalkan ke para idola Kpop oleh agensi mereka. Dalam postingan sebelumnya saya sudah menulis ulasan singkat dua film yang dibintang dua idol Kpop yang, sayang sekali, menurut saya, baik secara plot maupun akting tampak biasa-biasa saja. Kali ini saya mau menulis ulasan film dari salah seorang idol Kpop yang konon aktingnya sudah diakui penonton. Masih dari agensi SM Entertainment, Do Kyung Soo alias D.O. EXO unjuk gigi kepiawaiannya berakting dalam film rilisan tahun 2016 berjudul My Annoying Brother.
Film berjudul asli Hyeong (older brother) ini bercerita tentang Go Doo Young (Do Kyung Soo), seorang atlet judo yang dalam sebuah turnamen internasional secara tragis kehilangan indera penglihatannya. Abang tiri Doo Young, Go Doo Shik (Cho Jung Seok) yang berada di penjara untuk kasus penipuan lantas memanfaat keadaan tersebut untuk mengajukan permohonan bebas bersyarat. Sesuai ketentuan, Doo Shik harus merawat dan tinggal bersama adiknya setidaknya untuk satu tahun.
Doo Young yang depresi tidak menyambut abangnya dengan tangan terbuka. Ditambah lagi Doo Shik sudah lama kabur dari rumah. Ketika orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan pun, Doo Young yang saat itu masih remaja mengurus pemakaman sendirian. Doo Shik sendiri tidak betul-betul tulus ingin merawat Doo Young. Jangankan ikut membujuk Doo Young agar mau berpartisipasi dalam Olimpiade Paralimpik sesuai permohonan Lee Soo Hyun (Park Shin Hye), pelatih judo Doo Young, mengingatkan adik tirinya itu agar makan dengan benar pun Doo Shik tidak berminat. Malahan ia sudah sempat menipu Doo Young demi membeli mobil baru.
Namun lama-kelamaan ikatan batin di antara keduanya timbul juga. Apalagi ketika Doo Young mengenang bagaimana ibu mereka dulu sangat memperhatikan Doo Shik. Tak bisa mengelak, Doo Shik merasa tersentuh. Perlahan-lahan hubungan keduanya membaik dan bahkan menjadi sangat dekat. Berkat Doo Shik, Doo Young pun berhasil diyakinkan bahwa ia masih mampu berkecimpung dalam dunia judo meski dengan ketertabatasan yang dimilikinya sekarang.

Pertama-tama saya mau bilang, “Ohh ini toh film yang sering jadi bahan ledekan Baekhyun ke D.O. yang terkenal itu. Wkwkwk.”. Dasar Bacon nakal, godain Kyung Soo mulu!! Hehehe, sebelumnya saya mau spill kalau saya adalah salah satu fans EXO. Saya pernah nulis tentang mereka di blog saya yang ini, dan sampai hari ini saya masih follow akun base Twitter khusus EXOL. Well, yah, tapi saya nggak mengaku bagian dari fandom.
Balik ke soal film, ini adalah kali ketiga pengalaman saya menyimak akting D.O. alias Do Kyung Soo. Saya pernah nonton film doi yang berjudul Pure Love (2016) dan sekitar dua episode awal drama 100 Days My Prince. Keduanya untuk kebutuhan freelance saya tiga tahunan yang lalu. Dan harus saya katakan saya nggak terkesan baik oleh akting pemain maupun film/dramanya secara keseluruhan. Untuk dramanya nggak cukup memikat untuk saya yang memang agak malas menginvestasikan waktu untuk menonton puluhan episode. Sementara untuk Pure Love… cuma satu adegan yang masih saya ingat betul sampai sekarang dan, sayang sekali, menurut saya aneh pake banget. Adegan itu adalah saat Kyung Soo mencium payung; agaknya upaya melembutkan suasana romantis mengingat lawan mainnya saat itu masih minor.
Setelah nonton My Annoying Brother, saya jadi mikir, mana yang lebih penting: alur cerita atau akting pemain? Saya selalu berpikir alur cerita adalah pondasi. Tapi ada banyak contoh film yang secara plot biasa banget dan akhirnya tertolong oleh akting pemainnya yang memikat. Well, harusnya satu-kesatuan yang nggak bisa dipisahkan ya, walau mungkin akan ada salah satu yang lebih mengimpresi penonton. Untuk My Annoying Brother, saya akan bilang akting pemain adalah yang nomor satu alias yang paling menonjol. Bukan berarti tema dan plotnya jelek, hanya bukan yang wow dan baru pertama kali diceritakan.
Tentu akting paling memikat adalah milik si abang reseh a.k.a Cho Jung Seok. Penampilan yang pantas diharapkan dari aktor senior yang juga aktif banget di teater. Meski karakternya manipulatif, penonton nggak akan bisa membenci Doo Shik karena Jung Seok memerankannya semenyenangkan itu. Pokoknya kalau dia muncul di layar bawaannya udah senyum-senyum aja. Bagusnya lagi, meski paling menonjol, peran Kyung Soo sama sekali nggak tenggelam alias jadi sama bagusnya! Di antara karya Kyung Soo yang pernah saya tonton, jelas My Annoying Brother yang paling berkesan sejauh ini. Selain memulai dari peran kecil, konon Kyung Soo pandai mengambil ilmu dari aktor-aktor senior yang main bersamanya. Lama-kelamaan kemampuannya terpoles dan diakui publik.

Pun dengan karakter Park Shin Hye. Nggak terkesan sekadar nimbrung dan nambah-nambahin doang di tengah cerita kakak-beradik. Atau sebaliknya; ingin mencuri layar untuk diri sendiri~nggak! Sesuai porsi aja gitu. Saking bagus dan meratanya kemampuan akting para pemain di film ini, selesai nonton saya jadi kesel untuk semua film yang memilih pemain berdasarkan popularitas dan bukannya kemampuan.
Cuma satu hal yang ganggu di film ini, yaitu waktu adegan Doo Young didekati sampai dicium seorang perempuan di bar. Perempuan ini diceritakan berwajah jelek dan mengambil keuntungan dari Doo Young yang buta dengan mengaku secantik Jun Ji Hyun dan Kim Tae Hee. Bukan rahasialah ya, kalau di Korea sana wajah jelek (baca: nggak sesuai standar kecantikan mereka yang nggak masuk akal) dianggap aib. Katanya, bodoh itu nggak apa-apa, tapi kalau jelek… nah, itu nggak bisa dimaafkan. Cara Doo Shik memperlakukan si perempuan seakan cuma perempuan cantik yang berhak dihormati di sana. Huft!
Tapi, lagi-lagi, saya sih gampang dibujuk. Kalau sudah ada yang kena di hati, hal-hal lain bisa termaafkan. Hahaha. Intinya, My Annoying Brother adalah salah satu film bagus yang dibintang seorang idol Kpop. Yuk, nonton!
Tinggalkan komentar