Secara mengejutkan Eminem tampil di panggung Oscar tanggal 10 Februari 2020 lalu. Rapper kontroversial ini tampil membawakan lagu OST film 8 Mile, Lose Yourself, yang pada tahun 2003 berhasil menyabet piala Oscar untuk kategori Best Original Song. Penampilan anyar penyanyi bernama asli Marshall Bruce Mathers III ini pun bikin saya tergelitik untuk menonton film 8 Mile yang rilis 13 tahun lalu itu. Bercerita tentang apa sih filmnya?
Sinopsis Singkat
Tahun 1995 di sebuah bar pinggiran Detroit, Jimmy “B-Rabbit” Smith, Jr (diperankan oleh Eminem) terpaku di depan penonton yang riuh rendah mencemoohnya. Tak satu patah lirik pun berhasil keluar dari mulut Rabbit. Padahal ia sedang berada di panggung battle rap. Rapper yang tampil sebelum Rabbit berhasil memanaskan panggung dengan lirik-lirik ejekan yang sangat telak memukul mental Rabbit. Akhirnya Rabbit meninggalkan panggung diiringi sorakan penonton.
Kejadian di panggung malam itu bukan kesialan satu-satunya yang menghampiri hidup Rabbit. Ia baru putus dari pacarnya dan kini tidak punya tempat tinggal. Sambil membawa pakaian yang dibungkus dalam kantong sampah, Rabbit datang ke trailer kumuh ibunya, Stephanie (diperankan oleh Kim Basinger). Sang ibu yang punya masalah ketergantungan alkohol, saat itu tengah berkencan dengan Greg—bekas teman sekolah Rabbit dulu. Rabbit mengetahui bahwa Greg adalah seorang pria kasar, namun Stephanie meminta Rabbit untuk tidak mencampuri urusannya.
Demi bertahan hidup Rabbit bekerja sebagai buruh kasar di pabrik mobil—tempat yang diejek Greg sebagai tempat bekerja mantan napi. Namun impian Rabbit sebenarnya adalah membuat album rekaman hip hop di tengah dominasi rapper kulit hitam. Untuk meraih tujuannya itu, Rabbit di hadapkan pada dua pilihan: eksis dalam rap battle agar dilirik produser rekaman bersama teman-temannya atau mengambil jalur pintas lewat koneksi yang selalu ditawarkan oleh Wink (diperankan oleh Eugene Byrd). Future (diperankan oleh Mekhi Phifer), teman baik Rabbit, selalu mengingatkan Rabbit bahwa Wink adalah seorang pembual. Pada akhirnya Rabbit dan Future terlibat perselisihan tentang jalur mana yang seharusnya Rabbit ambil untuk mewujudkan mimpinya membuat album rekaman.
Hidup Rabbit dan keluarganya semakin mengenaskan ketika datang surat ancaman pengusiran. Stephanie yang menggantungkan hidupnya dari bermain bingo sudah berbulan-bulan menunggak uang sewa. Ia tidak menghiraukan permintaan Rabbit untuk bekerja seperti orang normal lainnya dan menjadi ibu yang lebih baik bagi Lily, adik kecil Rabbit. Alih-alih mendengarkan Rabbit, Stephanie malah lebih mengkhawatirkan Greg akan meninggalkannya.
Di tempat kerjanya, Rabbit bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Alex (diperankan oleh Brittany Murphy) yang tengah meniti karir sebagai model. Alex tampak sangat tertarik mendapati fakta bahwa Rabbit memiliki kemungkinan untuk rekaman. Alex yang pernah melihat Rabbit melakukan rap battle di sela-sela rehat kerja merasa cukup yakin dengan bakat yang dimiliki oleh Rabbit.
Pada akhirnya Rabbit memutuskan menerima tawaran Wink untuk berkenalan dengan seorang produser yang akan membantunya membuat album demo. Namun ketika datang ke sebuah radio, Rabbit malah melihat Wink tengah bermesraan dengan Alex. Rabbit yang kalap langsung menghajar Wink di tempat. Sebagai pembalasan, Wink bersama tim lawan Rabbit di rap battle, Free World, menghajar Rabbit dan hampir membunuhnya.
Kejadian itu menjadi titik balik hidup Rabbit tentang langkah mana yang harus ia ambil demi mencapai impiannya. Ia berbaikan dengan Future, tetap bekerja keras di pabrik, dan menguatkan mental untuk kembali ke panggung rap battle. Apakah Rabbit akhirnya berhasil mengatasi demam panggungnya, sekaligus bertahan di tengah kultur rap yang didominasi warga kulit hitam?
Eminem
Film 8 Mile bisa jadi adalah film biografi Eminem sendiri. Seperti Rabbit, Eminem adalah anomali di dunia musik Hip Hop. Ia adalah rapper kulit putih yang mencoba mendobrak dominasi rapper kulit hitam. Dan, seperti Rabbit pula, Eminem ditinggal sang ayah sejak kecil, sementara ibunya punya masalah dengan alkohol dan obat-obatan.
Saya kenal Eminem sejak saya remaja lewat kanal MTV. Saya familiar dengan lagu-lagunya dan memfavoritkan beberapa di antaranya. Selain Lose Your Self, saya juga suka lagu Cleanin’ Out My Closet. Iya, saya lebih suka lagu-lagu Eminem yang personal sekaligus emosional, ketimbang yang fun dan isinya melulu ngejek artis lain. Dan kalau ngikutin update berita tentang Eminem, kayaknya doi masih suka nge-diss siapapun sampai sekarang. Kenapa sih, Om marah-marah mulu? :p
Akting
Penyanyi yang nyebrang ke dunia akting bukan hal baru. Di tahun yang sama dengan rilis 8 Mile, ada Crossroads yang dibintangi Britney Spears. Satu tahun sebelumnya ada Glitter, sebuah drama musikal yang mendapuk Mariah Carey sebagai bintang utama. Tapi berbeda dengan respon positif yang banyak diterima Eminem, Spears dan Carey justru dikritik habis-habisan berkaitan dengan kualitas akting mereka.
Di 8 Mile, Eminem tampil meyakinkan sebagai Rabbit yang frustasi dengan segala macam persoalan di hidupnya. Kembali ke tema biografi, Eminem kayak memerankan dirinya sendiri aja. Bukan bermaksud mengecilkan usahanya berakting, tapi sulit juga membayangkan Eminem betul-betul aktif berakting dan memerankan karakter yang berbeda. Udah bagus lah Eminem lebih fokus ke musik.
Rap
Rap merupakan medium kritik sosial warga Afro-Amerika. Pada umumnya liriknya bertema isu rasial, politik, narkoba sampai ke persoalan seks. Di film 8 Mile kita bisa dengar lirik-lirik kasar yang nggak jarang sampai taraf menghina. Setting-nya sendiri pertengahan tahun 90-an di mana isu rasial masih sangat kencang.
Saya masih harus lebih banyak mengulik film-film lain untuk tau apa film model 8 Mile yang bertaburan dialog umpatan masih eksis sampai sekarang. Dunia sudah berubah. Jokes tentang LGBT atau tentang perempuan (dengan intensi merendahkan) seharusnya nggak dibiarkan lolos dengan mudah, walau kita juga mungkin kebingungan menentukan batas antara lelucon dan penghinaan.
Saya sendiri juga nggak mengikuti perkembangan musik rap, apakah lirik-lirik ofensif masih eksis? Saya taunya Kendrick Lamar. Setidaknya di lagu Humble, DNA, dan All The Stars nggak ada lirik yang “parah” banget. Tapi, sekali lagi, kita juga masih gagap menentukan batas.


Tinggalkan komentar