Berdasarkan pengalaman saya sendiri, staf IT itu terbagi menjadi dua kutub berlawan dari segi penampilan. Kutub pertama adalah yang necis; kemeja rapi, celana polister licin, wajah bersih terawat dan rambut klimis. Sedangkan kutub yang satu lagi berpenampakan nerd dengan kacamata, rambut seadanya (baca: kusam), celana ngatung dan kemeja flannel. Denchai (Chantavit Dhanasevi) adalah staf IT... Continue Reading →
THE FLORIDA PROJECT (2017): Kemiskinan yang Tidak Diromantisasi
Tiap kali nonton film dengan plot slice of life, saya rasanya pingin buru-buru menuju ending. Sangat penasaran bagaimana filmnya akan diakhiri. I mean, film tipe begini biasanya sekadar memotret keseharian manusia yang umumnya diisi kegiatan repetitif. Nggak ada plot yang gimana-gimana, nggak ada konflik besar yang harus dipecahkan segera. Kalau ending kisah kehidupan seorang manusia... Continue Reading →
HAPPY OLD YEAR (2019): Tips Membuang Masa Lalu
Saat kamu membuka situs KonMari, kamu akan langsung disambut dengan sebuah kalimat yang disusun menjadi dua baris: tidy your space, transform your life. Dan nasehat bijak dari situs milik Marie Kondo itulah yang kira-kira hendak dilakukan oleh Jane (Chutimon Chuengcharoensukying) dengan rumah keluarganya. Ia baru pulang dari Swedia setelah tinggal di sana bertahun-tahun, dan ketika... Continue Reading →
THE EDGE OF SEVENTEEN (2016): Susahnya Jadi Remaja
Apakah kamu pernah merasa kesal setelah menonton sebuah film? Bukan karena akting pemainnya buruk atau plotnya berantakan, tapi karena karakternya menyebalkan? Saya merasa begitu selama dan setelah menonton The Edge of Seventeen. Ugh, drama queen sok iye yang berpikir bumi berputar cuma di sekeliling dia! Lebih menyebalkan lagi karena saya tau tipe manusia begitu ada... Continue Reading →
JANE EYRE (2011): Kisah Cinta si Malang Jane
Film-film yang saya tonton dan yang kemudian saya tulis ulasannya di sini biasanya saling berkaitan. Entah itu kesamaan aktor, sutradara, ataupun kesamaan sumber cerita. Terakhir saya nonton tiga period drama yang sama-sama berasal dari novel Jane Austen. Karena terkesan banget sama film Pride & Prejudice, ujung-ujungnya saya sampai mengeksplorasi original soundtrack-nya di Spotify. Dan film... Continue Reading →
Jane Austen Movies Marathon: SENSE AND SENSIBILITY, EMMA, and PRIDE & PREJUDICE
Selama dua hari kemarin saya maraton tiga film adaptasi buku-buku Jane Austen. Film-film tersebut adalah Sense and Sensibility (1995), Emma (1996) dan Pride & Prejudice (2005). Judul yang saya sebut terakhir barangkali merupakan karya paling terkenal dari Austen. Sementara judul pertama yang saya sebut adalah permulaan niat saya menyimak judul-judul lainnya. Jadi, di salah satu... Continue Reading →
FIGHTING WITH MY FAMILY (2019): Impianmu atau Impian Keluargamu?
Saya menyempatkan diri untuk nonton Fighting with My Family tentu aja karena ada Florence Pugh. Akting apiknya di Little Women sebagai Amy March menarik perhatian saya di antara performa aktor lain. Kali ini sang aktris bermain di film negeri asalnya, Inggris, dalam genre biograpical sports comedy-drama arahan Stephen Merchant. Dwayne "The Rock" Johnson tampil sebagai... Continue Reading →
LITTLE FOREST (2018): Versi Korea yang Lebih Ekspresif
Setelah sebelumnya saya menulis ulasan Little Forest versi Jepang, kali ini saya akan menulis untuk versi Koreanya. Rilis pada tanggal 28 Februari 2018, film arahan Yim Soon Rye ini berhasil menggaet sekitar 1,3 juta penonton pada akhir minggu ketiga penayangan. Sama-sama mengadaptasi cerita manga, adakah perbedaan berarti dari kedua versi live action ini? Pertama-tama mari... Continue Reading →
LITTLE FOREST: SUMMER/AUTUMN & WINTER/SPRING (2014 – 2015) REVIEW
Little Forest merupakan film live action dari manga Jepang berjudul sama karya Daisuke Iragashi. Film ini dibagi menjadi dua bagian yang masing-masing mewakili 2 musim. Meski begitu, setiap pergantian musim akan diakhiri dengan credit title dan diawali dengan monolog yang sama. Film yang ditulis dan sekaligus disutradarai oleh Junichi Mori ini rilis pada tahun 2014... Continue Reading →
Little Women (1994) vs Little Women (2019)
Film Little Women arahan Greta Gerwig yang rilis tahun 2019 lalu bukan satu-satunya film yang mengadaptasi novel klasik karya Louisa May Alcott. Salah satu versi yang tak kalah populer adalah versi 1994 yang disutradarai oleh Gillian Armstrong. Masih tetap bercerita tentang lika-liku empat saudara perempuan keluarga March, versi mana yang lebih menarik? Saya membuat infografisnya... Continue Reading →