Per hari ini, Minggu, 30 Oktober 2022, film 20th Century Girl masih anteng di posisi nomor satu di kategori 10 Film Teratas di Indonesia Hari Ini Netflix. Film yang mulanya tayang di festival ini rilis resmi di Netflix per tanggal 21 Oktober 2022. Jagat Twitter lumayan hype sama filmnya. Banyak yang mengaku sedih karena seorang karakter di film ini dibikin tiada. Spoiler bertebaran di mana-mana. Saya sendiri, sementara belum tergerak memulai series baru, iseng-iseng coba nonton ini selagi di perjalanan ke Bandung untuk kondangan. Dan, seperti bisa kamu baca di judul postingan ini, saya jemu dengan penggambaran karakter di film ini. Tapi, mari kita mulai dengan sinopsisnya terlebih dulu.
Film 20th Century Girl mengambil latar waktu tahun 1999. Pada saat itu, Na Bo-ra (Kim Yoo-jung) merupakan gadis SMA 17 tahun berkepribadian periang dan baik hati. Ia bersahabat dengan Kim Yeon-doo (Roh Yoon-seo) yang memiliki masalah dengan jantungnya. Ketika tiba waktunya Yeon-doo berangkat ke Amerika untuk operasi jantung, gadis itu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang cowok yang hanya ia ketahui namanya: Baek Hyun-jin. Sebagai sahabat baik dan untuk menyemangati Yeon-doo, Bo-ra lantas berjanji akan mencari tahu segala hal tentang Hyun-jin dan menginformasikannya via email.
Ketika akhirnya menemukan teman satu sekolahnya yang bernama Hyun-jin (Park Jung-woo), Bo-ra melakukan berbagai macam cara untuk mengetahui segala hal tentang cowok itu. Bo-ra juga mendaftar di klub penyiaran meski pada akhirnya Hyun-jin malah mengundurkan diri dari audisi. Beruntungnya, di klub penyiaran ada sahabat Hyun-jin, Poong Woon-ho (Byeon Woo-seok). Bo-ra bermaksud untuk mendekati Woon-ho demi mengorek hal-hal pribadi tentang Hyun-jin.

Lama-kelamaan Bo-ra mulai akrab dengan Woon-ho hingga menimbulkan perasaan suka di hati gadis itu. Namun, satu kesalahpahaman akhirnya terkuak. Yeon-doo kembali dari Amerika usai operasi jantung dan memberitahu Bo-ra bahwa cowok taksirannya tak lain adalah Woon-ho. Rupanya Woon-ho si murid baru di sekolah Korea memakai seragam berpapan nama Baek Hyun-jin hingga Yeon-doo salah mengira. Petaka untuk Bo-ra yang sudah terlanjur suka dengan Woon-ho dan begitu pun juga sebaliknya. Namun, Yeon-doo adalah sahabat yang Bo-ra sayangi, dan ia bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaan sahabatnya itu, meski itu artinya mengorbankan perasaannya sendiri.

Berlatar tahun 90-an akhir. Pemeran utama bermarga Na dan yang lainnya Baek. Si cewek adalah atlet jagoan berwatak ceria, sedangkan si cowok berpembawaan gallant dan berpartisipasi dalam klub penyiaran. Kisah tentang masa muda dan cinta pertama dalam nuansa retro. Ehm, jadi ingat apa kira-kira? Yap, Twenty Five-Twenty One yang kesohor itu. Karakter mirip, plot pun nyaris serupa. Bedanya, saya menikmati Twenty Five-Twenty One, sementara 20th Century Girl membuat saya jemu.
Please? Karakter seperti Bo-ra dan Woon-ho sudah dua ribu lima ratus dua puluh satu kali dipakai di drakor lawas! Bosen banget! Cewek ceria dan cowok cool boyfriend material? Ayolah, apa penggambaran gadis SMA harus selalu yang polos, baik hati, suka menolong dan ceria? Ketika Bo-ra yang sudah menyandang status mahasiswi tiba-tiba nangis kejer di tengah acara kencan buta karena teman kencannya bernama Woon-ho, saya kayak langsung… bah! Orang dewasa yang tiba-tiba nangis kenceng di ruang publik itu konyol karena nggak paham cara mengendalikan diri sendiri. Rawan pula bikin orang sekitarnya curiga dia habis diapa-apain sama orang di sebelahnya.
Lalu karakter Woon-ho yang kayak baru keluar dari manga… cowok gallant yang suka senyum-senyum melihat kegesrekan female lead, ngobatin kaki sambil berlutut… bah! Ini mah tipikal karakter second lead male baik hati tapi paling tersakiti di drakor-drakor lawas. Ha! Ngomong-ngomong second lead, saya juga jadi agak heran awal-awal nonton. Kok pemeran Woon-ho yang notabene sekadar sobatnya Baek Hyun-jin si cowok incaran malah lebih tinggi dan lebih ganteng ketimbang si Hyun-jin? Wkwkwk.

Memang begitu syulit melupakan Rehan menikmati sebuah cerita kalau kita nggak suka sama tokoh-tokohnya. Pasti jatuhnya malah pingin buru-buru sampe ke ending. Terserah deh siapa yang metong dan bagaimana dia metong. Boro-boro nangis, peduli sama ceritanya aja tidak. Lagipula, secara cerita pun tidak ada yang benar-benar baru. Kamu bisa lihat unsur-unsur di film ini di drakor berlatar waktu serupa. Atau simpelnya, lihat aja drakor Twenty Five-Twenty One. Malah kayaknya 20th Century Girl adalah versi film Twenty Five-Twenty One dengan sedikit perubahan ending. Sayangnya, bukan versi yang sama bagusnya. Mian…
Tinggalkan komentar